Selasa, 14 April 2015

Perdana Ngecap Paspor LOP-KUL-SIN (1)


Sejak punya paspor diawal 2014, aku mulai kasak kusuk cari tiket ke luar negeri, tujuan utamanya sih singapore, ya cari yang dekat-dekat aja lah.

Akhir November 2014, nemulah tiket promo Air Asia (AA) Lombok-Singapura (yang kebetulan baru buka rute) cuma 1 jutaan pp. Mulailah aku ngompor-ngomporin teman-teman. Dan yang berhasil aku komporin adalah Rin2 dan Teh Ucu. Di booking lah tiket berangkat tanggal 30 Januari balik 1 Februari 2015.

Tapi di akhir Desember terjadilah tragedi jatuhnya pesawat AA jurusan Surabaya-Singapura. Langsung syok lah kami, mana tujuannya sama-sama ke Singapura. Terutama aku dan teh ucu yang cemen klo naik pesawat. Kami yang tadinya mulai browsing-browsing tentang singapura langsung males memikirkannya, jadi prinsipnya liat nanti aja lah. Sebenernya aku juga males melanjutkan rencana ini tapi sayang duit tiketnya angus, dan juga gak enak ke yang lainnya karena kan aku yang ngomporin.

Pertengahan Januari 2015 dapat telp dari AA kalau penerbangan lombok-singapura ditiadakan sampai akhir februari. Bersoraklah kita, nemu solusi gak jadi berangkat tetapi uang kembali. Tetapi setelah dikonfirmasi ulang ternyata gak bisa di refund hanya bisa reroute, hedeh.

Karena pada banyak kerjaan dan masih maju mundur menentukan jadwal, reroute tiket gak diurus-urus, sampai akhir februari barulah ketemu jadwal klo kita mau berangkat awal april kebetulan ada long weekend. Kami mencoba nelp ke call center AA, tapi mbaknya dengan judes bilang kalau sudah tidak bisa diganti karena sudah melewati tanggal berangkat :( . Akhirnya teh Ucu dan Rin2 coba langsung ke kantor AA di BIL. Untung masnya baik hati, kami dikasih opsi refund atau reroute transit malaysia. Setelah dipikir klo refund kapan lagi dapat tiket murah, akhirnya kami ambil opsi reroute Lombok-Kuala Lumpur-Singapura berangkat tanggal 2 pulang tanggal 4.

Sampai mau berangkat kami belum punya itinerary yang jelas, mana Rin2 dinas ke Jakarta dan baru balik malam sebelum berangkata, jadi ya kita belum fix mau ke mananya. H-2 masih mau ngerubah itin jadinya mau mampir jalan-jalan di Kuala Lumpur, nanti ke Singapuranya naik sleeper train. Untung aja hotel udah keburu dibayar, gak jadi deh rencana itu.

Hari H kita berangkat ke bandara di anterin suaminya teh Ucu, mampir nukerin uang dulu. Setelah cek in kita makan siang dan beli cemilan dulu, maklum emak2 takut kelaparan.
Pengecekan imigrasi berjalan lancar, paling Rin2 yang kesita parfum dan kangen waternya, karena botolnya melebihi 100 ml, padahal isinya sih gak sampai segitu. Dan untung botol tuperware ku aman, yang penting kosong gak diisi air.

Jam 12 kurang kita terbang, dan jam 15 kurang sudah mendarat di KLIA 2 (Kuala Lumpur International Airport). Waktu di Kuala Lumpur sama dengan wita, jadi kita gak usah nyesuain jam deh.

yeee sampai juga di KLIA 2

Istilah bahasa Melayu lucu2

narsis di KLIA 2

KLIA 2 ini bandara baru yang gede, antar gate nya tuh jauh2, setiap yang masuk/keluar pesawat pasti lewat garbarata (gak seperti Soeta yang kadang pake bus). Penumpang kedatangan itu naik dulu ke lantai 3 (klo gak salah) terus jalan jauh terus turun ke lantai 2 (atau 1) ke arrival hall dan pengambilan bagasi. Karena penerbangan ke Singapura kode bookingnya beda, jadi kita harus keluar imigrasi dulu. Pemeriksaan imigrasi juga santai walaupun panjang antriannya, kami cuma disuruh finger scanner aja trus dicap deh paspornya tanpa ditanyain apa-apa.

Abis cek ini lagi dan sholat, tadinya kita mau lihat-lihat ke KLIA1 pake KLIA transit, tapi pas nanya kalau waktu nunggunya gak pasti, gak jadi deh kita ke sana. Ya udah kita cari makan dan jalan-jalan di mall yang ada di KLIA2.

rempong mau makan di mana
akhirnya makan nasi lemak dan teh tarik

Masuk imigrasi juga berjalan lancar malah sempet foto-foto (padahal waktu diimigrasi singapura aku sempet ditegur karena mau foto-foto dan disuruh dihapus padahal belum sempet mfoto juga sih).

pengecekan imigrasi 


 Kita ke gate P1, sambil jalan ke gate sambil lihat-lihat toko-toko yang ada di sana dan tentu saja sambil foto-foto dong.
me n rin2

sama patung lego (jadi inget anak-anak)

Penerbangan kita ke Singapura take off jam 19.00 dan landing jam 20.00. Di atas pesawat kita dibagiin formulir imigrasi yang harus diisi biodata dan alamat tempat tinggal di Singapura. Form ini akan diserahkan di imigrasi singapura, dan sobekannya (bagian yang lebih kecil) dikembalikan ke kita dan harus di serahkan kembali ke imigrasi saat kita akan keluar ke Singapura, jadi jangan sampai hilang.


yeee sampai Singapura



Kita mendarat di terminal 1 bandara Changi. Dari terminal 1 kita ke terminal 1 naik skytrain (gratis), karena kita berencana naik MRT yang station nya ada di terminal 3.

beli tiket MRT di mesin tiket (mudah kok karena petunjuknya jelas).

di MRT


Dari terminal 3 changi kita naik MRT jurusan City Hall transit di Tanah Merah. Kita menginap di Resident at Singapore Recreation Club di Standford Rd. Setelah keluar dari Stasion City Hall, kami cari hotelnya berdasarkan peta yang udah diprint teh Ucu, kita menyebrang perempatan lampu merah trus cari Stanford Road. Dari situ kita melewati lapangan luas yang di pinggir-pinggirnya banyak pekerja-pekerja India yang sedang santai, kita pede aja gak pake nanya-nanya, wah paling hotelnya diujung lapangan sana. Dari lapangan itu jelas banget keliatan eksplanade dan marina bay sand, langsung aja kita foto-foto dulu.

background esplanade dan marina bay sand
Sampai di ujung lapangan, lah kok ternyata gedung crichet club bukan hotel, sempet clingak-clinguk, untung ada bapak-bapak security yang bisa ditanyain, ealah ternyata hotelnya itu udah kelewatan dan persis di depan perempatan lampu merah itu, waktu kami nyebrang langsung jalan ke kanan tanpa tengak-tengok dulu, hotelnya agak disebelah kirinya.  Terpaksalah kami jalan balik lagi menyebrangi lapangan yang di sana disebut PADANG.

Sebenernya hotel ini berada di gedung club (bukan club malam yaaa) yang bagian paling atas (lantai 5) buat kamar-kamar hotel. Saat cek ini kamar kami di upgrade jadi yang 1 tempat tidur queen dan 1 single, asik gak usah tidur desek-desekan. Aku lupa mfoto kamar dan hotelnya jadi ini link  nya.
Kita booking hotel ini dari teman (gak tau nih mungkin dia punya travel) dengan harga 2,5 jt untuk dua malam, klo dibandingin harga di web, harga segitu sudah murah banget, tapi klo cuma buat numpang tidur doang sing sayang banget, gak pernah aku nginep di hotel semahal ini, tapi karena dibagi 3 jadinya ya lumayan terjangkau. Kalau kita cari hostel yang dihitung perorang selisihnya juga gak banyak, di Singapore tarif hotel emang mahal-mahal, apalagi kurs rupiah lagi melemah (Rp.9600/ SGD).
Di belakang kamar ada balkon yang lumayan luas yang terhubung dengan kamar-kamar yang lain. Pemandangannya keren.

kapan lagi foto2 pake daster dg background esplanade dan MBS 

view dari balkon


Selasa, 14 Oktober 2014

Kursus Diving (1)

PROLOG

Akhir tahun kemarin saat mendaftar diklat ternyata ada diklat diving pemeliharaan kabel laut, iseng-iseng aku pun milih diklat itu.
Awal tahun ini keluarlah jadwal diklat, ternyata beneran ada diklat diving ku itu, yang dijadwal kan bulan Maret di Padang.
Wahhh aku seneng banget dong, bisa diving gratis mana di Padang pula yang aku belum pernah ke sana.
Mulai deh aku browsing-browsing tentang diving.

Dari dulu aku pengen sih diving tapi mengingat biayanya yang mahal jadi ya cukup snorkling aja deh.
Dari browsing-browsing itu aku jadi tambah tertarik dengan diving, dan ada yang bilang, orang Indonesia dengan kekayaan laut yang begitu banyak, rugi kalau sampai gak pernah diving. Apalagi sekarang aku tinggal di Lombok yang terkenal dengan pantai dan lautnya yang keren.

Tapi sampai satu minggu sebelum jadwal diklat diving itu, kok belum ada panggilan. Dan ternyataaaa ada surat klo disuruh dievaluasi lagi peserta-peserta diklat itu karena banyak yang tidak sesuai dengan jabatannya. Dan aku jadi gak dibolehin deh ikut diklat diving itu, dan disuruh ganti diklat. Kesellll banget deh...Udah semangat-semangat malah gak jadi :(

Dari ngobrol-ngobrol sama teman kantorku si Rin2, kita akhirnya sepakat mau kursus diving sendiri aja, kebetulan di Lombok kan banyak banget dive center.

Mulailah kita browsing-browsing lagi cari-cari dive center, kita penginnya ikut yang open water course biar bisa dapat sertifikat.
Rata-rata fasilitas dan harga yang ditawarkan oleh dive center sama saja. Dive center itu kebanyakan kantornya di Senggigi/ Gili Trawangan dan pelatihan dilakukan di sekitar 3 Gili (Trawangan, Meno, Air). Untuk Open water course, waktunya minimal 3 hari, 1 hari teori, 2 hari diving (2 x diving per hari). Biayanya sekitar $ 370, ada yang diskon 10% untuk WNI, dan ada juga yang belum termasuk transport Senggigi-Trawangan. Harga tersebut sudah termasuk peralatan diving.
Aku sih penginnya harinya jangan berurutan, biar gak usah ngambil cuti, dan sama pak suami gak boleh sabtu-minggu (waktunya keluarga). Dari beberapa dive center yang kita hubungi ternyata yang bisa hanya di Lombok Dive, mana setelah nego dapat harga yang lumayan cihuyy sudah termasuk transport dari Senggigi.

Panjang amat yak prolognya, langsung aja deh cerita kursusnya :


DAY 1 (30 April 2014)

Kita ngumpul di kantornya lombok dive sekitar jam 8, dari rumah boncengan motor sama rin2, motor dititip di situ.

Registrasi dulu, ngisi biodata dan riwayat penyakit, dan bayar. Dikasih manual book dan log book.

Dengan naik mobil rombongan kita menuju ke teluk Nara, dari situ kita naik perahu menuju ke gili Trawangan.


kapal yang akan mengangkut kita di teluk Nara

Kita pikir sampai di gili Trawangan kita akan turun dan latihan di sana, ternyata enggak lho.

Jadi kita cuma turun buat ganti baju wetsuit saja terus lanjut lagi ke spot diving yaitu di antara Trawangan-Meno
.
Di kapal itu kita dijelasin oleh instruktur Kak Avis tentang teori diving, pengenalan alat-alat dan cara pemasangan (nanti aku tulis terpisah-kalau sempet)

Abis itu kita pake alat-alatnya dan langsung mencebur ke laut. Dan disitu aku baru tau kenapa klo pada diving itu masuk ke airnya harus terjengkang ke balik (posisi membelakangi laut dan punggung yang jatuh duluan) karena tabung udaranya berattt boo.
Dan ternyata menjebur terjengkang seperti itu tidak semenakutkan yang aku liat di tipi-tipi.

Di laut itu langsung latihan teknik cara melepas regulator, clearing mask (membersihkan masker jika kemasukan air), cara masuk ke air, dan lain-lain. 

Abis latihan teknik itu, kita diajak menyelam keliling-keliling melihat keindahan bawah laut. Kita melewati lerengan yang isinya karang-karang cantik dan banyak, juga ada ikan-ikan yang lucu, pokoknya keren banget. Ya walaupun aku belum bisa menikmati banget karena masih konsentrasi dengan cara nafas dan menjaga badan biar gak ngambang atau nyungsep ke karang, secara ya susah banget ngendaliin dan ngarahin badan, jadi ya masih suka pegangan/ngendol ke instruktur :)

Sesi 1 selesai kita istirahat dulu di gili Trawangan. Disitu kita cari makan di restoran pinggir pantai (lupa namanya) dan pesen nasi goreng dan mie goreng yang kita pikir rasanya paling 'aman' lah, dan ternyata rasanya aneh, hambar dan sepertinya dan saos dong, nasgornya cuma aku makan beberapa sendok, tapi klo mie gorengnya Rin2 sih abis :)

Sebelum sesi ke-2 kak Avis janjiin akan memfoto kita dengan syarat kita harus bisa tekniknya dulu, kalau aku sih lumayan sudah bisa, cuma Rin2 masih panik kalau clearing mask di dalam laut.
Abis latihan teknik kita diajak muter-muter dan foto-foto deh, sayang karang di sekitar situ banyak yang sudah hancur :(

ini aku harus peganganan karang biar gak nyungsep :(



Kita kelihatan mesra yee gandengan terus, ini karena disuruh biar gak langsung ngambang ke atas :)

Kita selesai itu sekitar jam 3 an sampai teluk Nara sekitar jam 4, ganti baju dulu di kamar mandi umum di sana yang jorse tapi gak ada pilihan lain. Naik mobil ke Senggigi dan langsung capsus pulang, sampai rumah jam 5.